buku · Gagas Media · Romance · Windry Ramadhina

[Review] Angel in The Rain – Windry Ramadhina | Blue Hood.

Judul buku: Angel in The Rain

Penulis: Windry Ramadhina

Penerbit: Gagas Media

Jumlah halaman: 459 Halaman

Genre: Fiksi, Metropop

The Sinopsis

Ini kisah tentang keajaiban cinta.

Tentang dua orang yang dipertemukan oleh hujan. Seorang pemuda lucu dan seorang gadis gila buku yang tidak percaya pada keajaiban.

Di Charlotte Street London, mereka bertemu, tetapi kemudian berpisah jalan.

Ketika jalan keduanya kembali bersilangan, sayangnya luka yang mereka simpan mengaburkan harapan. Ketika salah seorang percaya akan keajaiban cinta, bahwa luka dapat disembuhkan, salah seorang menolak untuk percaya.

Apakah keajaiban akan tetap ada jika hati kehilangan harapan?

Apakah mereka memang diciptakan untuk bersama meski perpisahan adalah jalan yang nyata?



Blurb

Di dalam kisah Angel in The Rain kalian akan menemukan seorang pemuda lucu, ya kita akan menamakan Gilang dengan julukan pemuda lucu. Serta seorang gadis gila buku, Ayu.

Pemuda lucu kita pergi ke London karena suatu hal, sedangkan gadis gila buku kita sedang melarikan diri dari masalahnya di Indonesia.

Mereka sangat berbeda.

Jika pemuda lucu kita akan tersenyum jika hujan tiba, sedangkan gadis gila buku kita akan tersenyum masam.

Jika pemuda lucu kita senang naik kendaraan umum tidak dengan gadis gila buku kita, dia membencinya.

Jika pemuda lucu kita sering menghabiskan waktunya pergi ke pub bersama teman-temannya, tidak dengan gadis gila buku kita, dia lebih suka berdiam diri di apartemen sendirian.

Dan jika pemuda lucu kita percaya pada keajaiban cinta, maka gadis gila buku kita tidak pernah percaya akan keajaiban cinta.

Dari semua perbedaan itu,hanya satu, satu persamaan diantara mereka yaitu sama-sama terluka dengan masa lalu.

Mereka bertemu di sebuah toko buku di London, saat itu gadis gila buku kita, Ayu, sedang mencari buku cetakan pertama Wuthering Heights.

Mereka bertemu tanpa di sengaja, di tengah kota London yang hujan.

Gilang pernah berkata bahwa dulu dia juga sama seperti Ayu, terobsesi dengan buku cetakan pertama Burmese Days.

Beberapa lama kemudian, Ayu mendapatkan cetakan pertama Burmese Days. Dan ia teringat Gilang. Jadi ia akan membelikannya untuk Gilang.

Setelah empat bulan tidak bertemu, sejak terakhir kali bertemu di bandara, Akhirnya Gilang bertemu lagi dengan Ayu saat gadis gila buku kita sedang meluncurkan novel terbarunya yang berjudul Angel in The Rain.

Kemudian mereka menjadi dekat, tidak di pungkiri memang bahwa keduanya mempunyai ketertarikan masing-masing.

Namun Ning datang, sahabat yang Gilang cintai datang menemuinya. Hyde, sahabat dari Gilang pernah menasihatinya bahwa Ayu tidak perlu tau tentang Ning. Namun karena Gilang terlalu mencintai Ayu dan tidak pandai berbohong, akhirnya Ayu mengetahuinya.

Ayu yang memiliki luka masa lalu, menjadi menjauh. Namun hatinya tidak memungkiri bahwa ia sangat kehilangan pemuda lucu kita.

Lalu Ayu selalu datang ke Afternoon Tea, tempat kencannya dengan Gilang yang tak pernah terjadi. Seolah tau apa yang di rasakan Ayu, hujan selalu datang menemaninya di kala bersedih saat kehilangan Gilang.

The Book

Saat membaca novel Angel in The Rain ini, aku tidak yakin akan menghabiskannya dalam waktu singkat. Karena novel ini cukup tebal, hampir 460 halaman. Sama saat aku membaca The Fault in Our Stars yang membutuhkan waktu hampir seminggu untuk menyelesaikannya.

Namun semuanya berbeda saat aku mulai membaca kisah Gilang dan Ayu. Novel ini… Berbeda.

Kita akan terus menerus penasaran dengan apa yang akan terjadi dengan Gilang maupun Ayu. Bagaimana masa lalunya dan endingnya.

Dan tak terasa, aku hanya membutuhkan waktu kurang dari 8 jam untuk menghabiskan buku ini sekali hadap. Cukup WOW untukku.

 Dengan ilustrasi-ilustrasi yang di berikan kak Windry dalam novelnya membuat aku lebih semangat membacanya apalagi ini novel tentang hujan.

Dan jangan lupakan Goldilocks. Malaikat dengan payung merahnya yang membuat sebuah takdir juga kita memakainya.

Goldilocks adalah pemanis dalam novel ini yang membuatku sangat nyaman berada di dalamnya.

Novel ini memang menjadi wishlist teratas aku, aku suka dengan semua karya kak Windry. Mulai dari Orange sampai novel ke sembilannya Angel in The Rain.

Novel Angel in The Rain sendiri membutuhkan waktu 3 tahun untuk siap cetak, tapi menurutku ini sangat sepadan dengan hasilnya.

Angel in The Rain juga novel penyelesaian dari Walking After You dan London: Angel.

Aku paling suka karakter Gilang. Seorang editor sastra yang suka lupa dengan nama teman-temannya. Makanya dia memanggil teman-temannya dengan nama-nama tokoh fiksi di dalam buku. Tak terkecuali Ayu, dia di panggil Bronte oleh Gilang.

Dan Ayu memanggil Gilang dengan Hujan karena dimana ada Gilang di dekatnya maka Hujan akan turun.

Quotes

“Percayalah, di luar sana, ada kebahagiaan yang hanya di berikan kepadamu. Seseorang yang diciptakan untukmu.”

“Kau dan aku ada di dunia ini untuk satu sama lain, aku juga ingin berharap itu benar.”

“Manusia memercayai apa yang ingin mereka percayai seringnya, mereka hanya membohongi diri sendiri.”

“Hal-hal bagus hanya datang kepada mereka yang menunggu.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s