buku · Gramedia · ilana tan · Romance

[Review] In a Blue Moon – Ilana Tan | Blue Hood.

​​

Judul buku: In A Blue Moon

Pengarang: Ilana Tan

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal halaman: 320 halaman

ISBN: 978 – 602 – 03 – 1462 – 4

Genre: Fiksi, Metropop

The Sinopsis

“Apakah kau masih membenciku?”

“Aku heran kau merasa perlu bertanya.”

Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu – oh, bukan! – melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur. Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. dan, kadang- kadang – ini sangat jarang terjadi, kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat.

Blurb

Di sini dikisahkan tentang Shopie Wilson yang membenci Lucas Ford, karena Lucas Ford pernah mem-bully-nya semasa mereka SMA, hingga hidup Shopie terasa begitu menyedihkan. Yah, bisa dibayangkan bagaimana bullying di luar negeri. Tapi semua kebencian Shopie Wilson justru berujung manis karena suatu hari, kakeknya yang ternyata berteman baik dengan kakek Lucas Ford, berniat menjodohkan mereka berdua—Lucas Ford dan Shopie Wilson. Kebayang nggak gimana shock-nya Shopie? Harus bertunangan dengan orang yang suka membullynya waktu SMA?

The Book

Penulis benar-benar berhasil membangun karakter. Sifat semua tokohnya terbayang ketika aku membaca lembar demi lembar novel ini. Terutama latar, aku sungguh terbayang. Sepertinya penulis memang pernah ke New York. Aku suka dengan satu halaman yang menceritakan tentang sopir taksi yang marah-marah karena sesuatu, lalu masuk kembali tanpa menanyakan keadaan si penumpang. Di sini, penulis menuliskan satu baris, ‘Well, selamat datang di New York City’. Rasanya memang benar suasana New York seperti itu. Novel ini menceritakan tentang kebencian yang perlahan menumbuhkan benih-benih cinta. Idenya cukup mainstream, tapi penulis mampu membungkusnya dengan kisah yang menarik, sehingga pembaca tidak akan bosan dengan topik ‘benci jadi cinta’.
Meskipun jalan ceritanya tidak rumit, ringan, sangat ringan malah, namun novel ini memiliki karakter-karakter yang kuat.

The Character of In a Blue Moon

Lucas Ford. 

Seorang chef terkenal, tampan, romantis, perhatian, setia, dan gentleman, pokoknya idaman perempuan bangetlah *termasuk aku*. Meskipun di dalam dunia nyata, jika seorang pria mengucapkan kata-kata manis seperti yang dikatakan oleh Lucas Ford ini menurut aku adalah seperti gombalan yang sangat modus alias modal dusta. Namun di dalam novel terasa sangat manis. Mungkin lebih karena reaksinya Sophie yang membuatnya menjadi manis, lucu, dan bikin saya senyum-senyum sendiri.

Sophie Wilson. 

Seorang gadis biasa, pemilik toko kue, awalnya galak kepada Lucas, dan denial. Iya, denial. Dia tidak mau mengakui perasaannya pada Lucas. Karakter yang ini juga sangat kuat. Ilana Tan mampu menceritakan bagaimana Sophie yang awalnya benci pada Lucas, lama kelamaan berbalik menjadi menyukainya walaupun Sophie sendiri tidak menyadarinya.

About Novel Ilana Tan

Ilana Tan kembali meluncurkan karya Novelnya yang ke-6 berjudul ‘In A Blue Moon’ pada tahun 2015. 

Sebenarnya dia tidak benar-benar vakum, yaa karena selama vakum Ilana juga mencari materi untuk beberapa novel yang di telah dirangkainya  seperti ‘Seasons to Remember’ sebuah journal dari novel tetralogi 4 musim, yaitu Summer In Seoul, Autumn In Paris, Winter In Tokyo, dan Spring In London. Selain itu, Ilana Tan juga ikut memberikan cerpennya ke dalam kumpulan cerpen berjudul ‘Autumn Once More’ bersama dengan beberapa penulis lainnya. 

Diantara semua novel karya Ilana Tan, menurut aku Novel In a Blue Moon adalah novel yang paling ringan juga paling santai, tapi tetap romatis dan pengutaraan cintanya juga tidak terlalu berlebihan.

Quotes

“Mungkin ia terlalu cepat merasa yakin. Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Seharusnya Sophie tahu itu.”— hal. 44

“Di dunia ini memang ada orang-orang yang tega dengan sengaja menyakiti oranglain demi menyelamatkan diri sendiri.” — hal. 59

“Aku bersedia melakukan apa pun agar kautetap berada di sisiku, bersamaku, selama kau juga menginginkan hal yang sama.” — hal. 289

“Kau… mencintainya?” Lucas tidak menjawab.

“Coba lihat, kau bahkan tidak bisa menjawabnya!” Lucas tersenyum samar. 

“Aku hanya ingin ketika aku mengatakannya, dia adalah orang pertama yang mendengarnya.” — hal. 310-311

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s