Bentang Pustaka · buku · Elsa Puspita · Romance · Yummylit Series

[Review] Déessert – Elsa Puspita | Blue Hood.

​Hooolaaa! Setelah review dua buku dari bentang sport, kali ini aku mau mereview YUMMYLIT SERIES yang juga berasal dari Bentang Pustaka.

Seakan tak habis, series-series dari Bentang Pustaka itu selalu bikin aku kepincut. Dan sekarang kita akan makan-makan! Ups. Maksudnya series yummylit ini adalah series tentang makanan, covernya aja udah bikin ngiler gimana dalemnya?

Penasaran? Kali ini aku mau mereview Déessert karya kak Elsa Puspita.

Series Yummylit yang lain itu ada Il Tiramisu karya Dy Lunaly, Heartwarming Chocolate karya Prisca Primasari,  A Little Bit of Muffin karya Aiu Ahra, Strawberry Cheesecake karya Ayuwidya, dan Love Cake karya Jee.

Banyak? Lumayan lah yaa, dan aku cuma baru baca 2 dari 6 series Yummylit, jadi bagi kalian yang mau ngasih novel yang lainya, aku dengan senang hati menerimanya, hahaha.

Oke, start this!

 

Judul Buku: Déessert

Penulis: Elsa Puspita

Penerbit: Bentang Pustaka

Terbit: 2016

Jumlah Halaman: 318 Halaman

ISBN: 978-602-291-121-0



Sinopsis


Hatiku dan hatimu, tahu apa yang dipilihnya.


Bagi sebagian orang, cinta SMA hanyalah salah satu kenangan masa remaja yang mudah saja untuk dilupakan. Namun, bagaimana jika ia kembali hadir di masa kini? Sosoknya yang sekarang jauh berbeda dibandingkan dulu. Ia lebih tampan, lebih berkarisma, dan lebih berpotensi kembali mencuri hati.

Naya begitu kaget melihat Dewa kembali ke Tanah Air, setelah selama delapan tahun sekolah dan bekerja di Australia. Karena campur tangan Lulu, sahabat sekaligus partner bisnis Naya, pria itu kini membantu mengurusi calon resto baru Naya dan Lulu, sebagai pastry chef. Namun, semuanyajadi tidak mudah. Di tengah kesibukan jelang pembukaan Dapoer Ketje, keduanya justru melancarkan aksi perang dingin dengan ego masing-masing.

Suasana makin parang dengan kehadiran Ava, mantan kekasih Dewa yang datang dari Australia. Juga Dipati, mantan Naya yang seorang artis. Perang dingin diantara mereka tampaknya akan meledak, memuntahkan segala ganjalan yang telah tersimpan selama bertahun-tahun. Sesuatu yang menyadarkan mereka bahwa masa lalu itu belum selesai sepenuhnya.

The Book
 

“Sebelum masalah di antara mereka selesai sepenuhnya, batu besar dan dinding pembatas itu tidak akan hilang.” – Hal. 160

Naya dan Dewa, karakter yang bertolak belakang, Naya yang di senangi semua laki-laki di sekolahnya sedangkan Dewa, cowo Nerd yang lebih suka mojok di perpustakaan sekolah.

Namun itu bukan sebuah penghalang bagi mereka jatuh cinta, Dewa yang statusnya adalah adik Lulu yaitu sahabatnya sejak SMA tidak menyurutkan mereka berdua untuk saling memiliki.

Hingga akhirnya, Dewa memutuskan untuk kuliah di Sydney, yang membuat mereka harus menjalani hubungan Long Distance Relationshit–ship.

Pada tahun awal, LDR mereka berjalan dengan lancar, namun tahun kemudian berubah menjadi berantakan karena kesibukan masing-masing.
Semua rencana masa depan yang sudah disusun Naya, termasuk masa depannya bersama Dewa, berantakan. 

Naya mengira Dewa hanya akan pergi sekitar tiga atau empat tahun. Setelah itu, mereka bisa satu kota lagi, membuka usaha pastry bersama, dan menikah. Sesimpel itu. Begitu Dewa menghilang, impiannya ikut lenyap. – Hal. 43

Naya pergi ke Jakarta, Dewa mengerjar pendidikan pastry-nya di Sydney yang membuat mereka jauh namun sebenarnya hati mereka tetap sama, utuh.

Dewa memutuskan tidak memperpanjang kontraknya sebagai pastry chef di salah satu restaurant bergengsi di Sydney. Dan keputusannya untuk pulang adalah cara terbaik untuk melenyapkan semua kejenuhan di pikirannya. Termasuk pengkhianatan yang telah dilakukan Ava padanya.

Sedangkan Naya, Setelah acara kuliner yang ia pandu di Jakarta berhenti tayang, Naya pulang ke kampung halamannya di Palembang. Tempat dulu ia menjalani masa kecil hingga menemukan cinta pertamanya. Dan sekarang ia membuka Restaurant bersama sahabatnya Lulu dan Tunangan Lulu yang bernama Arfan. 

Dan di Dapoer Ketje lah mereka bertemu lagi setelah sepuluh tahun berpisah jarak yang amat jauh.

“Dapur itu kejam, Nay. Nggak cukup dengan kamu cuma bisa masak. Everyone can be replace. Kalau nggak ada yang pegang kamu di sana, kamu bisa dilemparkapan aja.” – Hal. 281

Kesulitan pun mereka hadapi untuk mendirikan Dapoer Ketje, salah satu kesulitan yang mereka alami adalah kurangnya pastry chef yang tepat sesuai keinginan Arfan sebagai head Chef Dapoer Ketje. Dan di saat masalah itu hampir menemui jalan buntu, Dewa datang bagaikan solusi bagi mereka yang baru saja kembali ke Indonesia. 
Perang dingin masih mendominasi mereka, bahkan saat pertama kali Naya melihat Dewa untuk pertama kalinya setelah sepuluh tahun bertemu Naya, melayangkan bogem mentah ke arah Dewa.

Semenjak mereka putus, sebenarnya Naya dan Dewa juga sudah pernah berpacaran dengan orang lain, misalnya Naya dengan Dipati, seorang artis FTV di Indonesia sedangkan Dewa berpacaran dengan Ava, pemain teater di Sydney yang juga keturunan Indonesia.

Tapi apa daya, cinta yang membawa mereka kembali lagi, kembali merasakan hangatnya cinta kepada orang terkasih.

“…cuma kamu yang bisa aku bayangin sebagai orang pertama yang aku lihat pas bangun pagi, dan orang terakhir yang aku lihat sebelum aku tidur tiap malam.” -Hal. 285

Review

Déessert, saat melihat covernya aja udah ciamik banget, dan aku mengira bahwa Déessert itu yaa Dessert. Tapi ternyata itu salah! Salah besar, walaupun beda ‘e’ doang, artinya juga beda.

Yang pas baca halaman awal, aku udah kesemsem sama tingkah laku ABG ala Naya dan Dewa yang sedang di mabuk asrama! Cihuyy!

Nah tapi, aku sempet binggung pada bagian Opening yang di setting pada latar Palembang, 2004 sedangkan 1st Table di setting Jakarta, 2004 tapi disitu Naya udah kerja di Jakarta dan kemungkinan itu typo sih, mungkin maksudnya 2014. Tapi selain itu gak terlalu banyak typo bertebar.

Kak El sendiri mengangkat tema tetang cinta pertama dan LDR. Dan Kak El, sukses menjadikan novel ini ketje badai dengan kisah cinta yang apik, Oh yaa! Bagian yang bikin emosi itu pada saat Ava-mantan kekasih Dewa di Sydney dan salah satu mantan kekasih Naya yang bernama Dipati yang melakukan Pedekate pasca putus yang gak tau momen! Hahaha.

Yang nggak kalah menarik adalah karakter seperti Lulu yaitu sahabat Naya yang secara tidak langsung menguhubungkan kembali Dewa dan Naya (Secara kan yaa, Lulu itu kakaknya Dewa, haha). Atau Damar sebagai kakak laki-laki Naya yang sangat menghargai arti keluarga dan super protektif pada adiknya.

Semua karakter di dalam novel ini membuat semakin berwarna dengan kisahnya masing-masing. Dan hampir dari semua karakter menyayangkan kandasnya hubungan Naya dan Dewa. Kedekatan antar karakter itulah yang membawa perasaan dilema untuk Naya untuk bisa benar-benar menutup hatinya untuk Dewa.

Novel ini sangat jelas mempelihatkan perasaan seorang wanita yang pada umumnya sulit untuk mengikhlaskan cinta pertama. Cinta pertama emang susah banget buat dilupakan, Hell yaaah! Aku juga gitu kok, hehe.

Ada kemarahan, benci dan kekalutan yang mengisi ruang hati seseorang yang ditinggal begitu saja tanpa kejelasan. Bisa dirasakan betapa sakitnya? Oh, tentu saja mereka yang merasakan nasib yang pahit seperti Naya akan ikut menyalahkan Dewa sebagai pria yang bisa dikatakan jahat. Karena tadinya akupun berpikir seperti itu, pada bab awal, aku tidak terlalu suka dengan tokoh Dewa yang di ceritakan oleh Naya inilah itulah, namun pada bab-bab pertengahan benang kusut itu mulai terbuka dengan sendirinya.

Semakin menuju akhir cerita justru pemikiran pembaca akan dibuka dengan kenyataan sebenarnya, yang bahkan tidak diketahui Naya yang sibuk menyalahkan Dewa. Salah paham, itulah yang membuat segala hal menjadi kalut dan terasa semakin jauh. Dan sudah dipastikan akan ada masalah lainnya dari kesalahpahaman itu.
Overall, cerita manis yang dibawakan kak El ini buat aku suka banget! Interaksi Naya dan Dewa yang pas lagi bertengkar dan menyayangi sangat pas dan terasa nyata. Gaya kepenulisan kak El pun mudah dipahami dan mengalir dengan sendirinya, cocok banget deh pokoknya!

Yaa, aku baru membaca karya kak El yang ini aja, gak menutup kemungkinan buat cari novel karya kak El lagi, hihi. Kayaknya aku suka banget sama karya kak El!

Oh yaaa, baca novel ini bikin kamu ngiler mampus! Kue yang dibuat Dewa bener-bener maknyusssssssssss!

Aku kasih 5 patrick buat kak El!

Oh yaaa, abis ini aku mau review Strawberry Cheesecake. Stay Tuned!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s