buku · Gramedia · Resti Dahlan · Teen Fiction

[Review] Mahardikans – Resti Dahlan | Blue Hood.

Judul: Mahardikans

Penulis: Resti Dahlan

Jumlah Halaman: 280 Halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-602-03-3704-3

Sinopsis

“Pertama, nggak ada yang boleh tau tentang hubungan kita.

Kedua, jangan ajak gue ngobrol di sekolah.

Dan ketiga, terserah lo mau berteman sama siapa aja di sekolah. Asalkan… dia bukan anak IIS.”

Kekey sudah menduga kehidupannya akan semakin suram karena terpaksa satu sekolah dengan Elgo, musuh bebuyutannya. Tapi dia tidak menyangka rasanya akan seneraka ini. Apalagi setelah ia bertemu Arky, seniornya yang super ramah dan Zammar, artis idolanya sejak kecil yang ternyata anak IIS.

Ditambah lagi permusuhan dua kubu SMA Mahardika. Elgo, Derrick, Endru, dan Abim dari kubu MIA. Sedangkan Arky, Zammar, Kevin dari kubu IIS. Kekey yang tidak tahu apa-apa mendadak terseret ke dalam pusaran pelik itu.

Apa yang harus Kekey lakukan?


The Book



Cerita di awali dengan 3 orang anak kecil yang berada di pasar malam. Dua bocah laki-laki dan satu gadis kecil.

Lalu, gadis kecil itu menginginkan jepitan rambut berbentuk lumba-lumba dan sebuah gulali.

Karena terlalu keasyikan melihat cara pedagang membuat gulali, sampai kedua bocah laki-laki itu tidak sadar bahwa, gadis kecil itu telah menghilang dari sisi mereka.

***

Kekey resmi menjadi seorang Mahardikans, julukan bagi siswa-siswi yang bersekolah di SMA Mahardika, yaitu sekolah swasta terbaik se-Jakarta.

Sebenarnya Kekey enggan untuk bersekolah disini, karena musuh bebuyutannya sudah diterima terlebih dahulu, alias udah senior! Tapi karena Papa yang meminta akhirnya Kekey mau bersekolah disini.

Hari pertama menjadi siswa SMA, Kekey sudah melihat drama dari seniornya, yaitu Elgo, Abim, Derrick dan Endru yang membuat LOS (kalau jaman aku MOS kali ya) dadakan kepada 6 murid yang tidak ikut LOS dari sekolah.

Dan, nightmare bagi seorang Kekey adalah sudah menantang Elgo karena deket-deket sama Arky anak IIS.

Karena, seperti yang sudah ada di Blurb bahwa, Elgo nggak mau Kekey sampai deket-deket sama anak IIS terutama Arky dan Zammar. Entah kenapa.

Namun, semakin lama, terkuaklah berbagai rahasia di dalam novel ini.

Review

Pertama baca Mahardikans aku enggak terlalu connect dengan cerita. Blurb sama sekali enggak membantu memecahkan teka-teki dalam novel ini.

Setiap baca, aku pasti menyedihkan dahi, “Ini kenapa?” “Ini apaan dah?” dan masih banyak lagi.

Apalagi terlalu banyak pemain dalam novel ini yang ngebuat aku selalu lihat blurb biar tahu ini dia anak MIA atau IIS?

Dan, memang sih aku bukan anak MIA, tapi anak IPA karena aku masih KTSP 2006 berbeda sama junior yang satu tingkat di bawahku yang sudah pakai kurikulum 2013. Di sekolah aku, anak kelas 10 sudah penjurusan. Sudah masuk MIA atau IIS berbeda di Mahardikans yang penjurusannya dimulai kelas 11 seperti KTSP 2006.

Nggak penting sih, cuma apa sekolah aku aja yang kayak gitu? Hahaha 😀 tapi tetangga yang beda SMA juga penjurusannya dari kelas 10 😀 #FixNggakPenting

Lalu, setelah ‘Terbukanya identitas Kekey’ aku makin penasaran sama isi ceritanya.

Nggak nyangka sih Elgo itu ternyata bukan pacar Kekey, karena tadinya aku kira begitu. Elgo itu terlalu posessive. Jadi yaa jadi pacar kayaknya mereka pantes dibanding musuh.

“…Kalau cinta aja bisa tanpa alasan, benci juga bisa, kan?” — Hal. 172

Zammar. Dia itu artis tapi sebenarnya nggak mau jadi artis. Dia terpaksa melakukan itu demi menemukan cewek yang dicintainya yang menghilang gara-gara kecerobohan dia.
Aku nggak tahu dia itu beneran cinta atau merasa bersalah sebenarnya, tapi tindakan Zammar perlu aku acungin jempol! Dia rela ngebuang kebebasannya demi seorang cewek yang bisa saja sudah nggak ada atau enggak ingat sama dia. Kan waktu itu masih kecil 😀

“…Key, gue jadi penyanyi bukan buat nyari fans. Bukan juga nyari ketenaran. Malah sejujurnya, gue lebih suka ketenangan.”

“Gue mau terkenal. Gue mau satu negeri ini tau gue ada. Gue mau… gue mau dia tau gue masih menunggu dia dan dia bisa dengan mudah nemuin gue.” — Hal. 207

Karakter yang kak Resti buat udah kuat dan konsisten. Untuk bab awal-awal memang alurnya nggak kecepatan tapi sekali kesini kak Resti terkesan terburu-buru ingin menyelesaikan cerita ini jadi masih banyak banget misteri yang belum terpecahkan.

Misalnya, Gimana keadaan papa Elgo? Gimana tanggapan papa Arky? Gimana Kekey menjalani kehidupannya di SMA Mahardika ketika semua rahasia sudah terkuak? Ceritanya hanya terfokus pada Kekey-Elgo-Zammar-Arky. Padahal banyak banget cameo di cerita ini, yang bisa di kembagin lagi. Biar ceritanya lebih berwarna.

Itu sih, dan menurut aku bab terakhirnya kurang gregetttt! Nggak papa loh kak kalau Mahardikans halamannya sampai 300 aku bakal senang hati baca Elgo, karena ceritanya emang enak banget dibaca. Khas anak SMA banget lah.

Overall, aku suka!

Di tunggu karyanya yang lain kak!

Aku nggak bisa bikin review panjang karena pasti bakal spoiler 😀

4 bintang buat Fabelgo Akbar Rustam 😀

“…Dan setelah itu…lo akan tau seegois apa lo selama ini, dengan maksa gue menyanyangi lo cuma sebatas itu.” — Hal. 232

“Kalau lo nggak bisa beres-beres, ya jangan ngeberantakin. Kalau nggak bisa memperbaiki, ya jangan di pecahin. Dan kalau lo nggak bisa ngebahagiain, minimal lo jangan nyakitin!” — Hal. 214

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s