Guillaume Musso · Penerbit Spring · Romance · Terjemahan

[Review] Call From an Angel – Guillaume Musso | Blue Hood.

Judul: Call From an Angel

Penulis: Guillaume Musso

Penerbit: Spring

Jumlah Halaman: 432 halaman; 20 cm

ISBN: 978-602-6682-08-6

Penerjemah: Yudith Listiandri

Penyunting: Selsa Chintya

Pengelaras Aksara: Titish A.K.

Desainer Sampul: Chyntia Yanetha

Penata Sampul: @teguhra

Cetakan pertama, Oktober 2017


Blurb

Di New York, tanpa sengaja ponsel Madeline dan Jonathan tertukar. Saat mereka menyadari kesalahan tersebut, mereka sudah terpisah hampir sepuluh ribu kilometer. Madeline adalah seorang floris di Paris, sedangkan Jonathan memiliki restoran di San Fransisco.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya untuk menyerah pada godaan dan menelusuri ponsel masing-masing. Namun, itu malah menguak sebuah rahasia yang ingin mereka berdua kubur selamanya. Sebuah rahasia yang bisa membunuh mereka berdua.


Review



Di jaman yang sudah modern ini, handphone memang menjadi suatu kebutuhan pasti bagi semua orang. Dengan handphone kita bisa menjelajah dunia dengan sekali ketik, dengan handphone kita bisa berhubungan dengan seseorang yang berkilo-kilo jauhnya dengan kita.

Handphone adalah alat canggih yang tak bisa kita lepas sehari pun.

Namun, bagaimana jika kalian kehilangan handphone yang selama ini menemani hari-hari kalian?

Itulah yang terjadi dengan Madeline dan Jonathan. Mereka tanpa sengaja bertabrakan di kantin bandara di New York. Dan disanalah handphone mereka tertukar, dan baru menyadari saat mereka sudah tidak berada di New York.

Lalu, Jonathan dan Madeline, dengan sangat penasaran, mulai menelusuri sesuatu yang berada dalam handphone yang bukan milik mereka, tanpa tahu apa yang akan terjadi pada mereka berdua jika rahasia-rahasia itu mulai terkuak sedikit demi sedikit. Bahkan, mereka sampai berkorban untuk mengetahui rahasia-rahasia itu.


Sungguh menyebalkan berada di depan pintu rahasia, tapi tidak bisa membukanya! – Hal. 97

Covernya benar-benar membuat aku berpikir bahwa novel ini, akan menjadi sweet, and romantic namun ternyata salah besar! Call From an Angel, sepertinya bergenre dark-romance yang penuh dengan luka, misteri, dan sedikit action.

Aku benar-benar dibuat penasaran dengan rahasia-rahasia mereka, terutama Madeline. Rahasia Madeline adalah rahasia paling besar dalam novel ini, dan juga rahasia yang mengikat rahasia milik Jonathan. Ya, saat mereka menyelidiki rahasia masing-masing, pada akhirnya mereka pada titik yang sama. Rahasia mereka berdua mengarah pada titik yang sama.

Novel ini memakai sudut padang orang ketiga serba tahu, dengan bergantian tempat, yaitu di Paris dan San Fransisco, jadi kita akan fokus pada cerita Madeline dan Jonathan saat mencari tahu rahasia-rahasia itu.

Dan karena itu juga… Sering banget ngegantung! Hahaha, dan itu membuat aku penasaran setengah mati, karena menggantung itu juga, aku nggak bisa berhenti baca, karena mau tahu cepat-cepat kelanjutannya seperti apa.

Call From an Angel juga menjadi novel yang membuat berdebar, kalian pasti nggak akan nyangka kalau cerita sebenarnya akan seperti itu. Semua yang Madeline selidiki selama ini benar-benar seperti membuang waktu.

Novel ini juga membuat aku merinding, serius deh, ‘misteri’ dalam novel ini membuat kita bergedik ngeri.

Call From an Angel benar-benar rekomen banget buat kalian yang suka sama novel yang berbau thriller atau dark romance.


Quotes

Dalam hatinya, setiap orang punya kekosongan, luka, perasaan ditinggalkan, dan kesepian. – Hal. 79

“…Dia bilang, kalau kau tak bisa memercayai seseorang, kau juga tidak bisa benar-benar mencintainya. Dan tentang itu, kurasa dia benar.” – Hal. 115

‘Kita selalu punya pilihan. Kita sendiri adalah sekumpulan pilihan.’ – Hal. 166

“Dia tidak terlalu berhasil membereskan kekacauan hidupnya sendiri, tapi dia benar-benar pintar membantu membereskan hidup orang lain.” – Hal. 195

Dengan semua TV, konsol permainan, komputer, dan ponsel di masa kini, layar dan jejaring menyerbu kehidupan kita sejak usia dini–dan membuat kita menjadi lebih buruk daripada lebih baik. – Hal. 199

Aku harus menghadapi musuh yang tangguh: diriku sendiri. Musuh utama. Yang paling berbahaya. – Hal. 227

“Tahun-tahun terbaik dalam hidup kita adalah tahun-tahun yang belum kita jalani.” – Hal. 229

Tidak semudah itu melepaskan diri dari masa lalu. Tidak semudah itu meloloskan diri dari pasir isap sebuah obsesi. – Hal. 262




Kalian mau mendapatkan Call From an Angel atau Hate List secara gratis?

Ikutan final giveaway blogtour Call From an Angel dan Hate List diakun Instagram Penerbit Spring yaa! Giveaway akan berlangsung setelah rangkaian blogtour ini berakhir.

Jadi, jangan lupa buat follow akun Instagram/Twitter di @penerbitspring. Fanpage: Penerbit Spring biar nggak ketinggalan info serta giveaway menariknya!

Ssssstt, aku dapet bocoran loh kalau giveaway kali ini yaitu Photo Quote! Jadi, cari quote favorit kalian diakun-akun blog yang tertera di banner diatas, nanti saat giveaway baru kalian post deh di akun Instagram milik kalian.

Aku juga bikin contoh photo quote Call From an Angel loh, jelek sih tapi biarkanlah…

Good Luck guys!


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s